VAKSIN SAPI GRATIS DI SALUBONE

Jejaksulawesi. Com

Pinrang 15 September 2013

VAKSIN SAPI GRATIS DI SALUBONE
Masyarakat Kelurahan Data, RK 3 Salubone menyambut ceriah kedatangan rombongan dokter hewan utusan pemda kab. Pinrang.

Program vaksin ini merupakan program tahunan yang dalam pelaksanaannya tidak memungut biaya apapun, bahkan para peternak diberikan beberapa jenis obat-obatan secara cuma-cuma bagi mereka yang masih membutuhkan.

Selain pemberian vaksin, juga dilakukan pengambilan sample dara untuk kemudian menjadi bahan penelitian mengenai kondisi kesehatan sapi para peternak masyarakat salubone, sample darah yang diambil tercatat 50 sample.Tinjak lanjut secapatnya akan dilakukan bagi sapi yang terdeteksi penyakit.

Penulis : alif

SEPTEMBER YANG MENGGEMBIRAKAN UNTUK MASYARAKAT RATTE DESA BASSEANG.

Jejaksulawesi.Com
pinrang 22 Agustus, Penantian panjang masyarakat kampung Ratte Desa Basseang Kecematan Lembang Kabupaten Pinrang, Akan menikmati fasilitas alat penerangan dari PLN segera terealisasi.

sebagaimana yang di sampaikan oleh pihak PLN Kab. Pinrang bahwa proses mobilisasi tiang listrik ke desa basseang sudah di lakukakan pada bulan agustus ini hanya saja hal tersebut urung di lakukan karna terkendala proses pengerjaan jalan yang ada di basseang.

Kepala desa Basseang dalam keterangannya mengatakan bahwa “tanggal 01 September 2017 jalanan sudah bisa di lewati kendaraan roda empat”. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi pihak PLN untuk menundah nundah pemasangan listrik di desa Basseang khususnya di kamp. Ratte.

Menurut Pengurus Kerukanan Mahasiswa Basseang (KAMBAS) pada saat melakukan silaturrahim dengan Asisten II kab. Pinrang Bahwa semoga janji yang di sampaikan tidak sekedar janji tapi betul-betul di realisasikan sebagamana yang telah di janjikan.

kami sebagai bagian dari masyarakat Baseeang yang telah lama menantikan alat penerangan dari PLN ini tentu akan terus mengawal hingga pengerjaannya selesai.

Dari Informasi yang diterimah sebanyak 60 tiang akan segera di bawa ke desa Basseang untuk tahun 2017 PLN dan akan memfokuskan pemasangan di kamp. Ratte dan tahun 2018 akan di lanjutkan ke dusun kalosi ungkap Asisten ll kab. Pinrang Bapak Candra Yasin diruang kerjanya pada saat silaturrahim dengan kepala desa Basseang dan beberapa pengurus Kerukunan Mahasiswa Basseang (KAMBAS).

Penulis :  Alif

TIM KUDA HITAM SEPAK BOLA BASSEANG JUARA 2 DI LEMBANG

JejakSulawesi. Com
Pinrang, Perayaan kemerdekaan RI di kec. Lembang yg dirangkaikan dengan berbagai lomba kegiatan olahraga dan seni resmi berakhir Pada hari rabu 16 Agustus 2017 di Desa Kajuangin Kec Lembang kabupaten Pinrang.

Pada perayaan tahun ini kejutan terjadi di cabang sepak bola, dimana tim dari desa basseang berhasil menembus partai final berhadapan dengan tuan rumah yang berakhir dengn skor1-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Desa basseang memastikan satu tempat di partai final setelah beberapa pertandingan membuat kejuatan dimana sebelumnya di partandingan pertama mengalahkan juara tahun lalu desa binanga karaeng dengan skor 2-1.
Baseeang kembali membuat kejutan di partai semifinal dengan mengalahkan langganana juara desa rajang melalui drama adu penalti.

Penghargaan pemain terbaik juga berhasil di raih kiper Baseeang atas nama Risal yang selama beberapa pertandingan memperlihatkan permainan cantik.

        Penulis : Alif

Desa Kariango Sang Juara Volly Ball Di perayaan 17 Agustus Kecematan Lembang

 

 

JejakSulawesi. Com
Pinrang 16 Agustus 2017,peringtan hari kemerdekaan RI Ke-72 merupakan suatu prestiwa yang sangat dinanti rakyat indonesia dari sabang sampai meroke, dari jantung kota hingga ke plosok negeri, karena hari itu bangsa indonesia memproklasikn kemerdekaanx sbgai suatu bangsa yang merdeka.

Berbagai kegiatan diadakn anak bangsa Dalam memperingati HUT RI di kab. Pinrang kec. Lembang Desa Kajuangin dengan item kegiatan turnamen cab.olaraga dan seni serta lomba keagaman.

Salah satu cab. Olargah yang sangat diminati masy. Kec. Lembang yakni di bidang volly ball, cab. Olaraga ini di final mempertemukn Desa kariango vs Desa Bakaru untuk putra, pertandingan yg berlangsung dengan ketat dan menegangkan dimana sporter setia kedua kubuh sama” bersorak memberikn dukungan sepanjang pertandingan.

Pertandingn yg berlangsung selama lima set itu kemudian di menangkan oleh desa kariango, dengan skor tiga dua, set pertama dan dua dimenangkan oleh desa bakaru namun pada set ke tiga, desa kariango bangkit dan memenangkan set itu, dua set penentu terakhir yakni set empat dan lima semua di menangkan Desa Kariango.

Desa kariango yg tahun sebelumnya juga tampil di fainal namun harus puas dengan posisi raner ap, kini keluar sbgai sang juarah.

Penulis :Alif

Polemik Rencana Pembangunan PLTA Paleleng

 

 

 

 

 

Ket :ilustrasi PLTA Paleleng

Jejaksulawesi. Com

Pinrang,Selasa 09 Agustus 2017

Akhir-akhir ini masyarakat Letta khususnya masyarakat di Dusun Paleleng Desa Kaseralau dan warga Desa Kariango kerap melihat aktivitas beberapa orang yang diduga pekerja proyek PLTA Paleleng yang sudah mulai beraktivitas tidak jahu dari power hause PLTA Bakaru dan dipegunungan Ca’ku. Sebagian masyarakat mepertanyakan hal itu.

Menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa para pekerja tersebut sudah lama melakukan aktivitas disepanjang sungai saddang dan gunun Paleleng.
Mereka tidak mengetahui persis aktivitas apa yang mereka lakukan yang pastinya menurut sebagian warga bahwa mereka sedang melakukan pengeboran tanah (soil boring) yang merupakan bagian dari tahap survey untuk rencana pembangunan PLTA paleleng.
Sesuai dengan aturan pembangunan seharusnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi terhadap warga sekitar tentang rencana pembangunan tersebut.

karena ini adalah proyek besar tentu akan berdampak kepada alam dan masyarakat.

“Kami tidak tahu persis dimana saja letak dan batas pembangun itu” ujarnya. Tentu ini mengundang banyak pertanyaan karna masyarakat sekitar khawatir akan ada pengambil alihan tanah dan sampai sekarang pihak pemerintah dan perusahan tidak pernah memperlihatkan site plan (gambar) PLTA Paleleng ini.

Terpisah tokoh pemuda dan mahasiswa letta Abd. Rasyid saat dikonfirmasi mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan hearing dengan Pemerintah Kab. Pinrang terkait dengan aktifitas tersebut, “kami bersama masyarakat dan mahasiswa letta akan mempertanyakan langsung hal ini kepada Bupati Pinrang dan instansi terkait, kami anggap ini sangat penting untuk dibicarakan karna bisa saja berdampak negatif kepada masyarakt sekitar terutama masyarakat di Dusun Paleleng Desa Kaseralau, Kariango dan Desa Bakaru, kita takutkan ada penerobosan lahan masyarakat, apalagi ini adalah proyek besar yang membutukan lahan yang luas, kami menyayangkan sikap pemerintah daerah dan pihak perusahan yang terkesan tertutup dan tidak pernah melakukan sosialisasi terbuka dengan masyarakat sekitar, sebenarnya ini pelanggaran karena tidak berjalan sesuai SOP pembangunan ujarnya.
Masyarakat ragu dengan rencana ini mereka tidak menolak ataupun mendukung rencana pembangunan mega proyek ini hanya saja mereka ingin tau areal batasan-batasan tanah yang masuk dalam renacana pembangunan PLTA Paleleng.

Setahu kami sebagian besar wilayah tersebut adalah kawasan hutan lindung, hutan produksi terbatas dan sebagain lagi tanah perkebunan warga tapi Buapti Pinrang tetap memberikan ijin kepada perusahaan untuk mengeskploitasi wilayah itu tanpa ada negosiasi terlebih dahulu, mereka menyalahi aturan. Pemerintah dan perusahaan seharusnya mengurus terlebih dahulu status kawasan hutan lindung yang sudah lama dituntut masyarakat setempat untuk dibebaskan setelah itu pemerintah baru memberikan ijin. ini pelanggaran yang bisa saja dipidanakan ujar Abd. Rasyid.

Disisi lain Desa Letta dan sebagian Desa Kariango sampai sekarang belum menikmati listrik PLN karena alasan hutan lindung, tentu kasus ini sangat kontradiksi dan mengherankan, kebutuhan rakyat diabaikan dan lebih mengutamakan kebutuhan perusahaan.
Transfaransi pembangunan harus dilakukan untuk memberi kejelasan kepada masyarakat supaya tidak ada kekhawatiran tanahnya akan diterobos atau diambil secara gratis.
Terkhusus masyarakat di Dusun Paleleng mereka sangat khawatir jangan sampai direlokasi.

Kami tahu betul bagaimana karakter perusahaan dalam membangun meraka tidak memperhitungkan kerugian warga sekitar dan sangat eksploitatif, inilah yang kami takuti jangan sampai kehadiran PLTA Paleleng memicu konflik agraria dan kerusakan alam pungkasnya.
PLTA Paleleng rencananya akan dibangun di diwilayah Kecamatan Lembang dan Kecanatan Batulappa dengan kekuatan 80 MW dan akan dikerjakan oleh investor dari cina bekerja sama dengan perusahaan PT. Mega Karya Energi indonesia yang berpusat di Jakarta.

Penulis: Muh.Rais ST

Pantai Kappe Telah Menjadi Kawasan Bisnis Kerang Mutiara Milik Pengusaha Asal Jepang

 

 

Jejaksulawesi.Com

Pinrang 31 Juli 2017

Pantauan Awak Media Saat berada di lokasi pantai kappe yang dikenal sebagai tempat wisata Kerap Kali Di kunjungi Masyarakat Kelurahan Data Kecematan Duampanua Kab Pinrang.

Kini telah menjadi kawasan dalam mengembangkan bisnis usaha kerang mutiara yang jumlah pekerja sabanyak 25 orang pengelola .

Pengunjung pantai berharap kiranya pengusaha asal Jepang membersihkan tumpukan sampah yang ada disepanjang bibir pantai seusai panen hasil kerang Mutiara ,karena telah menggangu kenyamanan pengunjung akibat bau busuk yang sangat menyengat.

Salah satu pengunjung pantai kappe saat di temui di lokasi memberikan komentar,setelah masuknya perusahan kerang mutiara memberikan dampak terhadap kerusakan tatanan destinasi wisata alam,padahal pantai ini sudah banyak di kenal masyarakat pinrang secara umum sebagai salah satu tempat wisata yang nyaman , mestinya pemerintah mengembangkan daerah ini sebagai obyek wisata ternama di kabupaten pinrang.(Ujar Yuspiansar)

penulis : Yahya

Kehadiran Rumah Sakit Tipe D di Desa Bungi Mengancam Keberlangsungan Sektor Pertanian

 

 

 

Oleh : Ketua BEM Fak Pertanian Umpar (Kota Pare-Pare)

(Baharuddin)

Jejaksulawesi.com

Pinrang 31 Juli 2017 

Perubahan tata guna lahan khususnya konversi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, perindustrian dan pembangunan infrastruktur menjadi sebuah polemik yang dihadapi masyarakat di era kekinian. Perubahan tata guna lahan secara tidak langsung memberikan dampak terhadap berbagai sub sektor. Keseimbangan ekologi alam juga lambat laun akan terganggu akibat perubahan tata guna lahan. Sehingga pada akhir proses produksi dalam suatu usaha tani akan ikut terganggu.

Keseimbangan ekologi memegang peran penting dalam keberlangsungan berbagai sektor. Sehingga setiap proses produksi dan pembangun infrastruktur sebagai langkah peningkatan kualitas kehidupan semestinya mengedepankan ekologi alam. Fenomena hari ini yang kita hadapi dalam konteks masyarakan modern dengan berbagai kebutuhan penunjang kehidupan telah melupakan peran penting ekologi dalam keberlangsungan kehidupan terlebih pada sektor pertanian yang dalam proses produksinya banyak bergantung pada faktor ekologi. Sehingga tak heran jika corak produksi dan pembangunan infrastuktur publik justru seolah mengalami tumpang tindih dan seakan menggiring petani menuju bunuh diri kolektif. Seperti yang terjadi pada pembangunan infrastruktur kesehatan berupa rumah sakit tipe D di Desa Bungi, Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang yang seakan mengesampingkan kuntinutas produksi pertanian ditengah cita-cita kedaulatan dan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Pembangunan infrastrukur publik diatas lahan produktif justru menjadi bomerang bagi pemerintah kabupaten Pinrang. Karena selain menurunkan kuantitas produksi pangan daerah juga lambat laun akan mempengaruhi lingkungan sekitar rumah sakit yang dikelilingi oleh lahan pertanian komuditi padi. Pengelolaan limbah yang kurang jelas juga akan berdampak terhadap kesehatan pelaku usaha tani dan lambat laun akan mempengaruhi kualitas tanah sehingga akan berdampak pada jumlah produksi usaha tani yang dilakoni petani di sekitar bangunan rumah sakit.

Disisi Lain Kehadiran Rumah Sakit Tipe D Desa Bungi memberikan sisi positif Dalalm menggenjot pertumbuhan ekonomi,karena membuka peluang usaha bagi masyarakat pinrang secara umun dan terkhusus masyarakat Desa Bungi,maka secara otomotis terjadi perputaran ekonomi yang memberikan efek terhadap peningkatan pendapaan daerah kab pinrang.

Dan kehadiran rumah sakit Tipe D Di Desa Bungi akan meransang pasar moderen seperti alfamart,indomaret dan lain sebagainya,serta merangsang pengusaha property untuk mendirikan bangunan disekitar area rumah sakit.saya khawtirnya proses pendirian bangunan infranstruktur akan kembali menggunakan lahan pertanian,

 

Penulis : Bahruddin

Editor   : Yahya

 

 

 

 

 

 

 

Andi Asdar Kitta (Tokoh Masyarakat Letta) Pemuda Adalah Solusi Dalam Membangun Daerah Yang di Mulai Dari Desa

Jejaksulawesi.com – Sudah saatnya pemuda di berikan akses dan ruang dalam menawarkan konsep perubahan pembangunan desa

Dana Desa yang diterima dari pemerintah pusat merupakan potensi besar untuk pembangunan desa.Namun yang lebih penting adalah bagaimana pengelolahan dan memanfaatkan dana tersebut , sehingga memberikan dampak positif kepada masyarakat ,disinilah dibutuhkan peran penting kaum pemuda.

Karena pemuda merupakan penerus pembangunan yang memiliki mimpi cita-cita yang masih sangat luas dan tentunya bersifat progresif

Pemuda menjadi kunci perkembangan sebuah bangsa beserta generasi-generasi penerus ,sebuah perkembangan tentu tidak serta merta instan menjadi besar semua di mulai dari hal-hal kecil dan itu butuh proses pembelajaran beserta tahap-tahap kegagalan yang harus dilalui.Begitu pula dalam  membangun sebuah daerah harus dimulai dari lingkungan kecil.

Ungkap Ir.Andi Asdar Kitta dalam hasil wawancara dengan awak media yang juga beliau tokoh masyarakat letta.Mengungkapkan sebagai  putra daerah asal pinrang  tentu menginginkan dan mengharapkan ada upaya peningkatan partisipasi pemuda dalam menawarkan konsep perubahan kemajuan Desa.

Mengingat Kabupaten Pinrang akan melakasanakan pilkada 2018 mendatang melahirkan beberapa putra-putra daerah asal pinrang yang tidak diragukan kapabelnya lagi untuk mengabdikan diri kepada masyarakat pinrang.

Masyarakat pinrang bukan yang pertama kalinya merasakan dan ikut berpartisipasi langsung dalam pemilihan bupati.jadi masyarakat pinrang suda dewasa dan rasional dalam memilih pemimpin yang betul-betul amanah , merakyat , serta paham akan keinginanan konsep para pelopor perubahan yaitu pemuda.

Ungkap A. Asdar Kitta Tokoh masyarakat Letta dari hasil amatan saya selama ini dalam perhelatan pesta demokrasi di kabupaten pinrang para kontestan pilkada kurang memfokuskan program visi dan misi yang melibatkan langsung gagasan pemuda dalam membangun daerah yang di mulai dari desa

Pinrang memiliki sarjana-sarjana muda yang kapabel, kreatif dan inovatif dalam menawarkan gagasan perubahan yang nyata kepada masyarakat pinrang,alangkah lucunya ketika potensi sarjana muda di kekang di daerah sendiri seharusnya kemampuan sarjana yang kita miliki diberdayakan dan di expos keluar.

Penulis : Ahmad Bima Kitta

Dinamika Pilkada Pinrang

Jejaksulawesi.com – Situasi politik di kabupaten Pinrang sampai hari ini masih sangat dinamis, beberapa kandidat bupati yang diprediksi bakal bertarung di pilkada 2018 nanti gencar melakukan sosialisasi hingga dibulan puasa ini.

Ada beberapa bakal calon yang menguat diantaranya adalah Andi Irwam Hamid, Abd. Latif, Jamaluddin Jafar Jerre, Hasir Tjenne, Usman Marham, dan Abdillah Natsir. Keenam nama ini disebut-sebut membidik kursi 01.

Namun ada yang menarik untuk dikaji yakni kehadiran Hasir Tjenne dikanca perpolitikan Kabupaten pinrang sedikit banyaknya mewarnai dan mempengaruhi konstalasi politik hari ini. Meski hasil survey menunjukkan Hasir Tjenne diposisi yang belum maksimal namun menurut Abd. Rasyid, pengamat sosiologi politik “pergerakan Hasir Tjenne tidak boleh dianggap remeh dan harus diwaspadai pasalnya dari enam bakal calon bupati diatas Hasir Tjenne adalah kandidat yang baru muncul dan belum pernah melakukan sosialisasi intens dimasyarakat apa lagi sampai didesa desa, meski demikian nama beliau sangat diperhitungkan, bagaimana ketika intest turun bersosialisasi pasti surveynya sangat mungkin melonjak, beda dengan lima kandidat diatas yang sejak tahun lalu intens turun sosialisasi hingga kepelosok bahkan gonta-ganti alat peraga/baliho, spanduk dan lain-lain namun hasil surveynya juga masih tetap stagnan bahkan ada yang cenderung menurun.

Menurut saya wajar saja kalau survey Hasir Tjenne belum maksimal yang tidak wajar adalah ketika sekelas Andi Iwan, Abd. Latif, juga Triple J, dan Usman Marham memiliki survey yang kurang bagus karena sejak lama mereka sudah jalan ujar lulusan magister Sosiologi unhas ini.

Kepastian para kandidat maju atau tidak akan diketahui disaat KPUD kabupaten pinrang membuka pendaftaran secara resmi bulan januari 2018.

Sampai hari ini kita hanya bisa berspekulasi dan menjagokan kandidat masing-masing karena belum ada kandidat yang aman baik jalur independen maupun jalur partai. Baru Abd. Latif yang mengantongi rekomendasi partai yaitu partai nasdem itupun hanya 2 kursi sementara untuk maju dipilkada pinrang harus mendapatkan 8 kursi. Selain itu partai nasdem bisa saja menarik rekomendasinya jikalau bargaining politiknya tidak tercapai.

Lanjut Abd. Rasyid mengatakan bahwa pilkada 2018 nanti akan ada perubahan yang terlihat pada masyarakat pinrang dalam menjatuhkan pilihan politiknya yakni lebih cenderung mengedepankan rasional prosfektifnya bukan lagi rasional pragmatis, ini dikarenakan kebosanan masyarakat terhadap pola kampanye gaya lama seperti menabur janji yang sulit terealisasi, selain itu pengetahuan tentang politik diera teknologi ini sangat mudah diakses dan disosialisasikan, sehingga mencipatakan kesadaran dalam memilih terutama preferensi politik.

Pemilih seperti ini akan mencari calon bupati yang tidak muluk-muluk dan suka menabur arogansi finansial (harta) dan jabatan. Dari keenam bakal calon bupati diatas Hasir Tjenne adalah kategori kandidat yang cukup sederhana dan beribawa serta memiliki visi-misi yang terukur.

Penulis Haidir Ali (reporter pinrang)