PULANG KAMPUNG ATAU MENGULANG RAMADHAN

Kenapa kita berpuasa?
Karena DIA yang mencipta Matahari dan Mata Nyamuk sekalipun mengerjakan puasa (berpuasa dari menahan marah atas dosa-dosa kita). Inilah jawaban yang dapat menggetarkan naluri iman dalam diri pribadi muslim yang mampu membaca semesta dengan “Bismirabbikallazi Khalaq (bacalah dengan nama Tuhan-Mu yang Mencipta”.

PUASA adalah wajib ke-4 dari lima wajib dalam Islam yang berfungsi sebagai katalisator dan sublimator kefitrahan yang lahir dari penghayatan terhadap masalah-masalah sosial dan kemanusiaan. Dimana sebelumnya manusia diwajibkan berpuasa maka terlebih dahulu diperintahkan untuk “Bersyahadat” sebagai visualisasi kesadaran dan ikrar pertama seorang muslim. Selanjut-nya “Shalat” adalah bentuk peneguhan komitmen terhadap penerimaan posisi bahwa berdiri, duduk dan bahkan berbaring sekalipun maka akan tetap disiplin dalam waktu, menghargai keindahan dan berada dalam gerakan yang sama, lalu “Zakat” adalah kemampuan merasakan hidup bersama, untuk wujud cinta sesama/berbagi. Kemudian puasa Kembali ke Fitri (mau Fitri apapun yang penting suci putih)…..dan sesungguhnya menurut saya, hanyalah yang sukses puasanya kemudian mampu untuk berhaji, sebab haji itu adalah puncak-nya warna PUTIH dan putih didapatkan setelah Fitri (bajunya putih, kepalanya putih dan hatinya putih), maka adalah keliru setelah berhaji masih korupsi, masih memanipulasi dan gila dengan gelar dan penghormatan yang tidak pasti (haji palsu).

Puasa “menahan apa saja/melakukan tidak” akan selalu bersanding dalam posisi tanding dengan “Dialekties of Rasionalization” yaitu semakin meluas dan globalnya kapitalisme, yang tidak hanya membawa kita ke kehidupan yang materialistik dan hedonistik tetapi juga berpengaruh terhadap munculnya kontrol administratif yang sangat massif terhadap seluruh sektor kehidupan.

Di kondisi yang demikianlah kemudian banyak melahirkan perbedaan dalam memandang sebuah ajaran dan bahkan tentang ujaran suci “Wahyu ILahi” telah dapat dipertentangkan. Memunculkan upaya Saintisasi Islam atau Islamisasi Pengetahuan dan ada juga yang mengatakan lebih baik dengan pendekatan Dehumanisasi Islam, itulah beragam spekulatif analitik.

Kami akan mengupas(Aspek Intelektual/Spekulatif Analitik beragama) ini secara detil pada tulisan berikutnya, dan untuk kali ini kami lebih terfokus kepada :
Kenapa puasa identik dengan kata PULANG ?
Kenapa puasa itu harus di ulang-ulang?
Sebab, yang diwajibkan berpuasa itu orang-orang yang beriman, sebagaimana Allahu Ahad mengungkapkan dalam teks sucinya Al-Qur’anul Karim surah Al-Baqarah ayat 184). “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada ummat sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Ya, orang beriman, dimana menurut kami orang beriman itu adalah mereka yang konsisten mengambil firman Tuhan secara serius dan menginterpretasikannya secara tulus dan terus-menerus agar dapat mencapai atau memperoleh petunjuk bagi hidupnya. Iman itu sifatnya personal, olehnya itu dengan bepuasa akan mampu merangkai suatu ilmu didalamnya (iman) untuk dapat hidup kolektif dan adaptif dengan lingkungan sosialnya.

Puasalah yang mengurai kembali kemurnian Kemanusiaan seseorang (puasa menjadi tempat menempa dan menggoreng rasa yang sama “sama-sama lapar dan haus, menahan untuk menggunakan yang sudah dihalalkan, sehingga nantinya tidak punya niatan lagi memakan yang bukan haknya). Tujuan-nya adalah mengajak kita pulang, pulang pada keaslian kita, dimana pulang yang hakiki dan setiap orang perjalanan pulang adalah menuju kesana, pulang ke rumah kita “Jannatul Firdaus” rumah kenyamanan, kesenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Disanalah kampung dan rumah kita.
Modelnya hanya dengan keimanan dan amal Sholeh.

Tetapi bagi kebanyakan kita, tradisi PUASA juga tetap diwarnai dengan tradisi Pulang tapi pemaknaan pulangnya bersifat duniawi semata. “PULANG KAMPUNG demi mencari AYAM KAMPUNG” yang lebih punya kualitas dibanding ayam kota dengan aneka kepalsuaannya…ayam yang dengan suntikan mampu cepat besar. maka Puasa seperti inilah yang semestinya diramadhankan kembali (di bakar dan di goreng kembali ayamnya) agar lebih lezat dan mampu tersaji dalam ruang tamu sosial dengan cita rasa iman dan kebaikan.

Demikian puasa sebagai terapi berpikir, terapi merasa dan terapi perilaku yang diajarankan dalam agama Islam. Karena sejatinya seorang muslim adalah hidup dalam emosi iman (mampu berinteraksi dengan teks suci dan konteks Kemanusian).

Oleh : Andi Asling, S.Sos.,M.M. ( Lurah terbaik Sulawesi Selatan 2013 )

 

Agus Arifin Nu’mang Menghadiri Pelantikan Pengurus LPTQ dan PC Muslimah NU Kabupaten Luwu Timur Periode 2016-2021

Jejaksulawesi.com – Wakil Gubernur Sulawesi selatan ‘Agus Arifin Nu’mang’ mengahadiri pelantikan pengurus lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) periode 2016-2020 dan PC Muslimat NU Periode 2016-2021 untuk kabupaten luwu bertempat di Aula Rujab Bupati Luwu Timur, Malili. Jumat (16/6/17).

Kali ini Agus Arifin Nu’mang didampingi Bupati Luwu Timur berkesempatan untuk melantik pengurus lembaga LPTQ dan PC Muslimah NU kabupaten Luwu Timur.

Setelah itu dalam pidatonya ‘Agus’ mengatakan bahwa ia berharap bupati luwu timur dapat bekerja keras lagi dalam membangun masyarakatnya, setelah itu ia juga menjelaskan mengenai tagline Sulsel BAGUS itu seperti apa ?.

“Jadi saya memberitahukan bahwa tahun ini adalah akhir masa jabatan saya, dan sekarang masyarakat sudah pintar memilih siapa pemimpinnya yang Paling BAGUS dan saya siap untuk melanjutkan,”harapnya Agus dan dibalas teriakan peserta ‘SULSEL BAGUS’.

Hasil pantauan awak media dilokasi, setelah kegiatan pelantikan kini dilanjut lagi dengan Buka Puasa Bersama (BUKBER) dengan warga ratusan warga kabupaten luwu timur di rujab bupati.

Agenda selanjutnya, ‘Agus Arifin Nu’mang’ akan melakukan sholat tarwih bersama warga di mesjid Rujab Bupati Luwu Timur.

Penulis Ikhsar Rais

Gubernur Sul-Sel (SYL) Hadir diacara buka puasa bersama di kediaman Abdul latif

Jejaksulawesi.com – Gubernur Sulawesi-Selatan syahrul yasin limpo menghadiri buka puasa bersama Sekvrop Sul-Sel (Abdul Latif) dan melakukan kunjugan kerja Sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat Pinrang, kamis (15/6)

Buka puasa bersama Abdul Latif yang juga bakal calon bupati pinrang di kediamanya maccorowali , kabupaten pinrang, dihadiri gubernur provinsi sulawesi-selatan

Dalam kegiatan Buka puasa bersama AL (Abdul Latif) di hadiri beberapa tokoh partai seperti H paisal Tahir ( ketua nasdem pinrang ), ( Ketua PPP pinrang ) A.Tahmrin  , ( Ketua Hanura pinrang ) maddacini, (Ketua Partai perindo ) A.Nasda Naga, dan ( sekertaris PKS pinrang ) renreng ramli,serta ( pengurus gerindra pinrang).

Dalam Sambutan Gubernur Sul-Sel (SYL) Mengungkapkan rasa  berbahagia karena bisa hadir bersilaturahmi sekaligus ikut meramaikan buka puasa bersama  masyarakat pinrang.

Kehadiran SYL disambut bahagia dan ceria oleh masyarakat pinrang.

Pinrang memang dikenal memiliki masyarakat yang ramah dan santun. Pungkas Gubernur Sul-Sel Dua Periode

 

Penulis : Haidir Ali

Editor   : Acel

Agus Arifin Nu’mang menghadiri buka puasa yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan

Jejaksulawesi.com – Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menghadiri buka puasa yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan di Sekretariat PWNU Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Kamis (15/6/2017)

Dalam sambutannya, Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan itu berharap Nahdlatul Ulama terus mendorong pembangunan Sulawesi Selatan

“NU harus terus mengambil peran dalam pembangunan Sulawesi Selatan, NU sebagai Organisasi besar tentunya sangat dibutuhkan konstribusinya dalam pembangunan Sulawesi Selatan”, ungkapnya.

Terkait persoalan Pemilihan Gubernur yang akan digelar tahun depan, Agus berharap Keluarga Besar NU terus bersama-sama dengan dirinya melanjutkan pembangunan Sulawesi Selatan.

 

“Alhamdulillah, Sulsel di bawah kepemimpinan paket Sayang telah membawa Sulsel lebih baik, olehnya mari Kita lanjutkan agar lebih bagus lagi. Bagus itu adalah Sayang Jilid I tambah Sayang Jilid II”, ungkap Agus yang disambut tepuk tangan para hadirin.

 

Diketahui, Bagus adalah tagline yang diperkenalkan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menuju pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mendatang.

 

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel Prof Iskandar Idy, Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad, Kakanwil Kementerian Agama Abdul Wahid, Rektor UIM Dr Majdah AN dan ratusan Kader NU lainnya.

Majdah Agus Harap Putri Hijab UIM 2017 Menjadi Role Model

Jejaksulawesi.com – Universitas Islam Makassar menggelar berbagai lomba dalam rangka memeriahkan milad ke-51 UIM yang jatuh pada bulan Juni 2017. Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah pemilihan Putri Hijab UIM yang dilaksanakan pada Kamis, (15/6/2017) di Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM.

Kegiatan ini merupakan lomba yang paling dinantikan seluruh civitas akademika UIM, karena antusias penonton yang mencapai ribuan menghadiri acara ini. Selain itu, kegiatan ini menampilkan mahasiswi-mahasiswi yang merupakan perwakilan dari delapan fakultas yang ada di UIM. Menurut Koordinaor Seksi Acara Milad ke-50 Herman Nursaman, pemilihan Putri Hijab UIM menjadi kegiatan favorit dari tahun ke tahun setiap pelaksanaan Milad.

Lomba ini diikuti 28 kontestan kemudian disaring menjadi 10 besar, 5 besar, dan 3 besar. Adapun bertindak sebagai juri Andi Risca Rahayu merupakan Finalis Putri Indonesia Tingkat Nasional 2001 dan Yunita Haruna merupakan Putri Pariwisata Indonesia Sulsel 2011 serta saat ini sebagai Presenter MNC TV.

“Selain itu Rektor Universitas Islam Makassar, Majdah Agus Arifin Nu’mang akan bertindak juri pada 5 besar finalis putri hijab.” Tambah Herman.

Setelah melalui proses penilaian yang panjang akhirnya dewan juri memutuskan, Mutiara Rahman mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai Putri Hijab UIM tahun 2017, Uliana mahasiswa Fakultas Sastra dan Humaniora sebagai runner up 1 Putri Hijab UIM 2017, Rosmiati Jamiah mahasiswa Fakultas Teknik sebagai runner up 2, Wahyuni Ramadhana mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan sebagai juara harapan 1, dan Gina Efendy mahasiswa Fakultas Agama Islam sebagai juara harapan 2.

Rektor UIM, Majdah Agus Arifin Nu’mang mengatakan bahwasanya semua finalis tampil memukau, bagus dan semuanya pantas menjadi juara. Namun karena ini adalah lomba, menang kalah biasa hal biasa.

“Selain performance, seluruh peserta dinilai bakat, wawasan keagamaan dan wawasan keuiman.”

Selaku Rektor tentunya saya mengucapkan selamat kepada ananda Mutiara yang terpilih sebagai Putri Hijab UIM tahun 2017, kami berharap Putri Hijab terpilih menjadi role model bagi mahasiswa lainnya. Kemudian tak lupa selaku Rektor mengucapkan terima kasih kepada Putri Hijab UIM tahun 2016 ananda Husnul Khatimah yang telah mengembang amanah dengan baik. Tutup Majdah. (And/Nur)

Bakti Sosial GEMPITA Bersama IKA SMAN 1 TAKABONERATE

Jejaksulawesi.com – Kamis, 15 Juni 2017 Gerakan Mahasiswa Pelajar Indonesia Tanadoang (GEMPITA) bersama Ikatan Alumni SMA NEGERI I TAKABONERATE Kabupaten Kepulauan Selayar Mamfaatkan Bulan Ramadhon dengan Bakti Sosial. Baksti Sosial yang dirangkai dalam bentuk Berbagi Takjil Puasa tepatnya di sekitaran Asrama GEMPITA Selayar Jl. S. Limboto disambut ramai Masyarakat pengguna jalan.

Pengurus Gempita Bersama IKA SMANTAB membagikan takjil puasa kepada para pengguna jalan baik pengguna Mobil, Sepeda Motor, Tukan Becak sampai pejalan kaki pun ikut kebagian.

Masyarakat yang mendapatkan Takjil Puasa mengucapkan terima kasih banyak dan Rasa syukur tak terhingga atas bakti kemanusiaan yang dilaksanakan oleh GEMPITA bersama IKA-SMANTAB.

Jasiruddin selaku Ketua Gempita Selayar bahwa, melakukan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat untuk Orang banyak tidak mesti dimulai dari hal besar tapi cukup membiasakan diri dari yang kecil itu lebih dari cukup. Saya berharap dengan terlaksananya Bakti Sosial ini bisa memberi warna positif untuk Gempita dan Ika-SMANTAB ke depannya. Gempita dan Ika-SMANTAB lebih dikenal lagi di mata Publik.

Begitupun diungkapkan Nur Wahyu Ningsi yang belum lama ini menjabat selaku Ketua Umum Ika-SMANTAB Periode 2017-2018, untuk mencari pahala maka bulan Ramadhan adalah waktu tepat untuk berbagi pada sesama. Bakti Sosial yang diramu dalam bentuk berbagi takjil, saya anggap langkah strategis untuk menggaungkan Nama Organisasi. Olehnya saya berharap untuk diri saya dan Organisasi semoga apa yang sudah dilaksanakan bisa bernilai Ibadah juga bernilai Sosial.

Gelitik Ramdhan (19)

Oleh: Hamdan Juhannis

Kalau ditanya, apa cara sederhana untuk mengukur kemajuan sebuah bangsa? Saya memilih  dari cara berlalulintas masyarakatnya. Cara menggunakan jalan raya sangat menentukan tinggi rendahnya peradaban sebuah bangsa.

Pertama, budaya berklakson. Semakin sering kita membunyikan klakson kendaraan semakin menunjukkan ketidakteraturan hidup. Klakson yang selalu dipekikkan saat terjadi kemacetan menujukkan kurangnya kesabaran. Tradisi di negara maju klakson di bunyikan saat pengendara terdesak. Prinsipnya, ketenteraman di ruang publik sekalipun tetap harus dijaga.

Kedua, prilaku saat memegang setir kendaraan. Semakin maju sebuah masyarakat, semakin kuat aturan yang bisa memastikan keamanan berkendara. Termasuk sangsi pelanggaran yang sangat ketat. Contoh, menggunakan hp saat berkendara salah satu pelanggaran berat. Namun,  kita melihat ada orang  sementara mengendarai motor, tangan kirinya memegang setir, tangan kanannya sedang bersms. What a desperation!

Ketiga, budaya mengantar jenazah. Inilah situasi yang paling menakutkan di jalan raya, saat lewat jenazah dan pengantarnya.  Mereka muncul secara tiba-tiba, memaksa pengendara minggir sambil mengacungkan kayu bebendera kain putih. Karena pemahaman bahwa jenazah harus dipercepat penguburannya, maka diacuhkan semua aturan berlalu lintas tanpa merasa berdosa sama sekali. Sebuah cara berbudaya ‘sungsang’. Tak berfikir sedikit saja, jika orang mati harus dimuliakan, apalagi mereka yang masih hidup. What a confusion!

SBj Sahur Bareng

SAWERIGADING NEWS | PALOPO – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Luwu Syukur Bijak yang sapaan akrabnya SBj sahur bareng Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten.Luwu Patahuddin di Rumah Makan (RM) Pangkep Jln.Jendral Sudirman Kelurahan Tompotikka Kecamatan Wara Kota Palopo, Minggu 11/6/2017.

Sebelum menuju ke rumah makan, Sbj dan Patahuddin terlebih dahulu mengadakan pertemuan di salah satu Warung Kopi (Warkop) di Kota Palopo, Kedua figur dari warna yang berbeda dikabarkan akan bertarung pada Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Luwu ini menjalin silatulrahmi.

Irwan Saputara yang akrab di sapa vhoi Juru Bicara (Jubir) SBj, mengatakan, bahwa siapapun bakal calon (Balon) yang mau melakukan silatulrahmi atau penjajakan dan  komitmen akan membangun Luwu pihak SBj sangat terbuka.
” Siapapun Balon yang mau bersilaturahmi kita welcome, asal komitmen untuk membangun Luwu,” Ucap Vhoi.

Saat di pertanyakan apa hasil pertemuan Sbj bersama Patahuddin. Vhoi mengatakan bahwa hanya sekedar silatulrahmi, Adapun rencana berpaket di Pilkada Luwu 2018 Vhoi menjawab, jika dalam politik tidak ada yang tidak mungkin apalagi kalau sudah terjadi kesepakatan dan komitmen.

Pada pertemuan itu, Patahuddin yang di temani oleh ,Irwan Idris,Imo Kaimuddin, Ismail Ishak dan beberapa orang TIM Pemenang Patahuddin.

Sementara itu Sbj didampingi Suparmin Sabrah,Fajar,Andi Arrow dan berapa Orang  TIM  Relawan Syukur Bijak atau yang lebih dikenal dengan Relasi. | Rls – Andi Ardhan⁠⁠⁠⁠