Bayi Perempuan Ditemukan Warga diatas Tumpukan Sampah.

 

 

Makassar, 16 Juli 2017
JejakSulawesi.com

Kasus aborsi, pembuangan bayi dan sebagainya, kerap dilakukan oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Padahal hal itu menjadi suatu tindakan yang berlawanan dengan norma dan adat istiadat yang ada dalam lingkup kehidupan masyarakat. Perlakuan tersebut dianggap tidak manusiawi karena menjadikan bayi sebagai korban dengan alasan tidak mampu bertanggungjawab terhadap bayi tersebut.

Pagi tadi, sekitar pukul 09.00 wita, dijalan rajawali daerah Rumah Susun Baru, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, 16/07/17. Telah ditemukan oleh warga seorang anak bayi perempuan tidak berdosa dan diduga telah dibuang oleh orangtuanya didalam kontener sampah. Sontak saja kejadian tersebut menggegerkan warga yang ada di sekitarnya.

Seorang saksi yang berada dilokasi kejadian mengatakan, bahwa anak bayi tersebut ditemukan saat seorang warga yang hendak membuang sampah ke kontener sampah dan tiba-tiba melihat seorang bayi yang masih hidup berada ditumpukan sampah dan di duga telah dibuang oleh orang tuanya.

” Tadi pagi, kami digegerkan oleh suara teriakan dan membuat semua warga berlarian kesumber suara. Saat saya sampai dilokasi kejadian, saya melihat anak bayi yang masih hidup, tergeletak diatas tumpukan sampah bersama ari-arinya, untung saja warga cepat menemukan bayi itu. Kalau tidak, mungkin saja bayi tersebut sudah meninggal ” ujar ER

Bayi tersebut kini sudah diamankan oleh warga dan akan dilakukan tindak lanjut oleh pihak kepolisian didaerah tersebut, guna mencari tersangka atas kasus yang mengorbankan bayinya.

#Muhlis

Ketua GEMPITA SELAYAR. Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Jadi bulan-bulanan Publik”

Ketua Gempita Selayar ” Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017 Jadi bulan-bulanan Publik”

 

JejakSulawesi.com

Bermula pembubaran Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai Ormas yang bergerak menyebar luaskan Nilai-nilai Ke Islaman melalui Dakwah.Sebagaimana dilansir oleh salahsatu media. Menkumham Wiranto mengungungkapkan, HTI dibubarkan bukan tanpa alasan, HTI sudah melampaui batas kedaulatan ber-NKRI dan mengganggu tatanan sistem politik Negara. Menyebarluaskan faham Ideologi Khilafah yang bertentangan dengan dasar Negara “Pancasila”, tambahnya.

Sejak jatuhnya Pemerintahan Orde lama (Orla) Presiden Soekarno pada tahun 1965/1966 ditandainya pemborantakan dalam Negeri yang sering disebut G30SPKI. Namun pasca Orde lama tutup usia dan kekuasaan Pemerintahan diambil alih oleh Suharto dari kalangan Militer, maka potret politik Republik kala itu berubah drastis. Pembubaran Partai dan Organisasi masyarakat yang tidak se-misi Pemerintah dan sejalan dengan Ideologi Pancasila pun marak dilakukan.

Pertanyaannya kemudian dengan lahirnya perpu Ormas No 2 tahun 2017, apakah Republik ini harus mengulang sejarah atau hijrah ke Era Reformasi-Demokrasi dalam hal ini kebebasan berpendapat dan berkumpul ?. Saya jadi heran, jangan-jangan nilai sistem Demokrasi republik ini sebatas di lidah saja tapi praktek nol. Sebab realita yang dihadapi hari ini adalah Ketakutan; Bagi penguasa takut kekuasaannya hilang, bagi pejabat takut jabatannya hilang dan begitu pula pengusaha takut usahanya bangkrut.

Penetapan Perpu Ormas menuai pro kontra baik/setuju tidak setuju di kalangan Elit Politisi, Birokrasi, Akademisi hingga sampai di level bawa (Masyarakat) dijadikan Konsumsi hangat dan bulan-bulanan Publik disegala sudut keramaian. Bagaimana tidak, Indonesia begitu banyak melahirkan ketetapan Hukum tapi tidak sedikit yang melanggar Hukum. Itu artinya, Hukum sebagai panglima” masih sebagai slogan retorika semata yang jika kita melihat inplementasinya sangat jauh dari harapan “antara kenyataan dan Mimpi”.

Menurut saya rumusan perpu Ormas No 2 tahun 2017 sebagai perubahan dari UU Ormas No 17 tahun 2013 tidak tepat guna lantaran maraknya problem kenegaraan yang sedang bergulir di tanah air. Contohnya wacana kasus Mega Proyek E-KTP, Kasus dugaan chat pornografi Habib Rizieq dengan Firza Husain, kasus penyerangan Hermansyah ahli IT Bandung dll.

Kalau Penguasa sibuk mengurusi penetapan Perpu tersebut sama saja bahwa langakah Problem Solping pemerintah kurang strategis dalam meminimalisir atau katakanlah untuk memerangi penganut radikalisme dan penyebarluasan Ideologi khilafah sebagai lawan dari Pancasila. Persis istilah yang tak lazim lagi ” Mati satu tumbuh seribu.

Tidak ada yang salah dan keliru jika setiap perbedaan ditafsirkan sebagai Rahmat. Sebab substansi dari demokrasi adalah perbedaan dan kebebasan, bukan menjadi anti kritik. Yang lebih para lagi membungkam kebebasan Individu dan sana sini melakukan isolasi Gerakan Organisasi kemasyarakatan. Oleh Jasiruddin (Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pelajar Kabupaten Kepulauan Selayar)

Selokan Bontoala Makassar Di Bersihkan

Makassar, 16 Juli 2017
JejakSulawesi.com

Selokan memang selalu membuat genangan air, dan hal itu bisa mengakibatkan banjir jika tidak dibersihkan dengan baik, seperti yang terlihat di Lorong 3, Rw 118B, Jl. Kandea II, kelurahan Bontoala. Para warga dengan giat membersihkan selokan dan mengangkat sampah yang terdapat dalam selokan tersebut kepinggir selokan, kemudian diangkut oleh kendaraan pengangkut sampah yang telah disiapkan 17/07/17.

Kegiatan bermanfaat itu dilakukan di hari-hari tertentu, seperti sabtu dan minggu. Kegiatan pembersihan itu tergilir ke setiap rw pada hari tersebut. Hal itu disampaikan oleh Alimuddin yang sementara ini menjabat sebagai lurah bontoala, yang juga ada dilokasi bersama warganya. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini harus dilakukan, guna meningkatkan kesadaran betapa pentingnya kebersihan.

“Kegiatan pembersihan ini dilakukan pada hari sabtu dan minggu dan digilir ke rw yang ada dalam lingkup bontoala. Kita sebagai warga negara yang baik, harus tetap menjaga dan memelihara kebersihan agar daerah yang kita tempati sebagai daerah hunian, dapat sehat dan nyaman tanpa bau sampah ” ujar lurah Bontoala

Para warga sangat merespon kegiatan itu dan telihat bersemangat mengerjakan pembersihan selokan bersama lurahnya.

#IR

Para Warga Antusias Membersihkan Di Kelurahan Bontoala Makassar

Makassar, 16 Juli 2017
JejakSulawesi.com

Selokan memang selalu membuat genangan air, dan hal itu bisa mengakibatkan banjir jika tidak dibersihkan dengan baik, seperti yang terlihat di Lorong 3, Rw 118B, Jl. Kandea II, kelurahan Bontoala. Para warga dengan giat membersihkan selokan dan mengangkat sampah yang terdapat dalam selokan tersebut kepinggir selokan, kemudian diangkut oleh kendaraan pengangkut sampah yang telah disiapkan 17/07/17.

Kegiatan bermanfaat itu dilakukan di hari-hari tertentu, seperti sabtu dan minggu. Kegiatan pembersihan itu tergilir ke setiap rw pada hari tersebut. Hal itu disampaikan oleh Alimuddin yang sementara ini menjabat sebagai lurah bontoala, yang juga ada dilokasi bersama warganya. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini harus dilakukan, guna meningkatkan kesadaran betapa pentingnya kebersihan.

“Kegiatan pembersihan ini dilakukan pada hari sabtu dan minggu dan digilir ke rw yang ada dalam lingkup bontoala. Kita sebagai warga negara yang baik, harus tetap menjaga dan memelihara kebersihan agar daerah yang kita tempati sebagai daerah hunian, dapat sehat dan nyaman tanpa bau sampah ” ujar lurah Bontoala

Para warga sangat merespon kegiatan itu dan telihat bersemangat mengerjakan pembersihan selokan bersama lurahnya.

#IR

Warga Kelurahan Bontoala Makassar, Antusias Membersihkan Selokan.

Makassar, 16 Juli 2017
JejakSulawesi.com

Selokan memang selalu membuat genangan air, dan hal itu bisa mengakibatkan banjir jika tidak dibersihkan dengan baik, seperti yang terlihat di Lorong 3, Rw 118B, Jl. Kandea II, kelurahan Bontoala. Para warga dengan giat membersihkan selokan dan mengangkat sampah yang terdapat dalam selokan tersebut kepinggir selokan, kemudian diangkut oleh kendaraan pengangkut sampah yang telah disiapkan 16/07/17.

Kegiatan bermanfaat itu dilakukan di hari-hari tertentu, seperti sabtu dan minggu. Kegiatan pembersihan itu tergilir ke setiap rw pada hari tersebut. Hal itu disampaikan oleh Alimuddin yang sementara ini menjabat sebagai lurah bontoala, yang juga ada dilokasi bersama warganya. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini harus dilakukan, guna meningkatkan kesadaran betapa pentingnya kebersihan.

“Kegiatan pembersihan ini dilakukan pada hari sabtu dan minggu dan digilir ke rw yang ada dalam lingkup bontoala. Kita sebagai warga negara yang baik, harus tetap menjaga dan memelihara kebersihan agar daerah yang kita tempati sebagai daerah hunian, dapat sehat dan nyaman tanpa bau sampah ” ujar lurah Bontoala

Para warga sangat merespon kegiatan itu dan telihat bersemangat mengerjakan pembersihan selokan bersama lurahnya.

#Ikhsar rais

Kecelakaan di Jl. Dr. Muchtar Selayar

 

 

Selayar, 15 Juli 2017
JejakSulawesi.Com

Kecelakaan antara mobil dan motor kembali terjadi di ruas jalan raya Selayar, tepatnya di Jl. Dr. Muchtar, depan PUSKESMAS BENTENG SELAYAR, pukul 18.00 wita 15/07/17. Kecelakaan tersebut di duga mobil dan motor saling serempet dan mengakibatkan pengemudi motor dan boncengannya terpental sampai keselokan hingga tak sadarkan diri.

Kusmin yang melihat kejadian itu mengatakan, bahwa kedua kendaraan dari arah yang berlawanan hingga keduanya saling serempet.

” Dua kendaraan itu dari arah yang berlawanan dan tiba-tiba terjadilah kecelakaan. Disisi lain, pengemudi mobil juga pingsan, dia pingsan bukan saat menabrak, tapi saat di interogasi didepan mobilnya oleh polisi ” Ujar kusmin.

Akibat kejadian itu, masyarakat dengan sigap langsung berlarian menyelamatkan kedua korban yang jatuh diselokan dan dilarikan kerumah sakit, sementara pengemudi mobil sudah di tangani oleh POLRES SELAYAR untuk dimintai keterangan.

(Kirun) Continue reading “Kecelakaan di Jl. Dr. Muchtar Selayar”

Tabrakan Antara Mobil Dan Motor Di jalan Dr.Muhctar Selayar

 

Selayar, 15 Juli 2017
JejakSulawesi.Com

Kecelakaan antara mobil dan motor kembali terjadi di ruas jalan raya Selayar, tepatnya di Jl. Dr. Muchtar, depan PUSKESMAS BENTENG SELAYAR, pukul 18.00 wita 15/07/17. Kecelakaan tersebut di duga mobil dan motor saling serempet dan mengakibatkan pengemudi motor dan boncengannya terpental sampai keselokan hingga tak sadarkan diri.

Buyung yang melihat kejadian itu mengatakan, bahwa kedua kendaraan dari arah yang berlawanan hingga keduanya saling serempet.

” Dua kendaraan itu dari arah yang berlawanan dan tiba-tiba terjadilah kecelakaan. Disisi lain, pengemudi mobil juga pingsan, dia pingsan bukan saat menabrak, tapi saat di interogasi didepan mobilnya oleh polisi ” Ujar buyung.

Akibat kejadian itu, masyarakat dengan sigap langsung berlarian menyelamatkan kedua korban yang jatuh diselokan dan dilarikan kerumah sakit, sementara pengemudi mobil sudah di tangani oleh POLRES SELAYAR untuk dimintai keterangan.

(Kirun)

HMI Cagora Kembali Melakukan Aksi Dalam Menolak Kedatangan Jokowi Ke Makassar

 

Makassar, 11 Juli 2017
JejakSulawesi.com

Jokowi pada 12 Juli besok, rencananya akan berkunjung ke Makassar.
Agenda kunjungan itu antara lain adalah menghadiri dan memperingati Hari Koperasi Nasional Ke 70 yang akan digelar di Lapangan Karebosi Makassar.
Mendengar wacana kedatangan orang nomor satu RI itu, terlihat mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cab. Gowa Raya, melakukan aksi dijalan S.Alaudin Makassar sore tadi 11/07/17. Aksi tersebut digelar untuk kali kedua setelah kemarin 10/07/17 melakukan aksi demontrasi dilokasi yang sama.

Usman yang sementara menjabat sebagai Wasekum PTKP saat di temui dilokasi aksi sore tadi mengatakan, aksi tersebut dilakukan masih tetal dengan tuntutan yang sama bahwa HMI Cabang Gowa Raya menolak kedatangan Jokowi Ke Makassar, pasalnya selama 2 tahun jokowi menjadi presiden RI, banyak masalah kenegaraan yang krusial dan tidak mampu di selesaikan dengan baik.

” Kami yang tergabung dalam HMI Cab. Gowa Raya, menolak kedatangan Jokowi ke Makassar. Selama dua tahun menjabat, jokowi tidak mampu mengurus negara dengan baik ” usman dalam orasinya.

Sekitar satu jam lebih aksi demosntrasi itu digelar, tututan aksi pun dibacakan oleh ardiansyah yang telah dipilih sebagai jenderal lapangan.

Adapun yang termuat dalam tuntutan mereka :

Ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan lewat aksi demontrasi yang digelar tersebut. Diantaranya :

1. Menolak kedatangan Jokowi Ke Makassar, Sul-Sel
2.Menolak kenaikan tarif dasar listrik.
3. Pemerataan Pendidikan dan Mempercepat Penanganan Kasus E Ktp.

Aksi demontrasi itu bubar secara damai setelah pembacaan tuntunan aksi.

( IS )

Aksi Unjuk Rasa HMI Cagora Menolak Kedatangan Jokowi Di Makassar

Makassar, 10 Juli 2017
JejakSulawesi.com

Jokowi pada 12 Juli mendatang, diwacanakan akan berkunjung ke Makassar.
Agenda kunjungan itu antara lain adalah untuk menghadiri dan memperingati Hari Koperasi Nasional Ke 70 yang akan digelar di Lapangan Karebosi Makassar.
Mendengar wacana kedatangan orang nomor satu RI itu, terlihat mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cab. Gowa Raya, melakukan aksi dijalan S.Alaudin Makassar sore tadi 10/07/17.
Ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan lewat aksi demontrasi yang digelar tersebut.

Usman yang ditemui dalam lokasi aksi menyampaikan, bahwa aksi demontrasi yang mereka gelar adalah bentuk penolakan kedatangan jokowi kemakassar.

” Kami yang tergabung dalam HMI Cab. Gowa Raya, menolak kedatangan Jokowi ke Makassar dan kami menolak kenaikan tarif dasar listrik karena dianggap meresahkan masyarakat” penyataan usman dalam orasinya

Sekitar satu jam lebih aksi demonstrasi itu digelar, tututan aksi pun dibacakan oleh ardiansyah yang telah dipilih sebagai jenderal lapangan. Ada beberapa poin yang termuat dalam tuntutan mereka.

Diantaranya :

1. Menolak kedatangan Jokowi Ke Makassar, Sul-Sel
2.Menolak kenaikan tarif dasar listrik.
3. Pemerataan Pendidikan dan Percepatan Penanganan Kasus E Ktp.

Aksi demontrasi itu bubar secara damai setelah pembacaan tuntunan aksi.

 

Aksi Unjuk Rasa HMI Cagora Menolak Kedatangan Jokowi Di Makassar

 

Makassar, 07 Juli 2017
JejakSulawesi.com

Jokowi pada 12 Juli mendatang, diwacanakan akan berkunjung ke Makassar.
Agenda kunjungan itu antara lain adalah untuk menghadiri dan memperingati Hari Koperasi Nasional Ke 70 yang akan digelar di Lapangan Karebosi Makassar.
Mendengar wacana kedatangan orang nomor satu RI itu, terlihat mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cab. Gowa Raya, melakukan aksi dijalan S.Alaudin Makassar sore tadi 10/07/17.

Usman yang sementara menjabat sebagai Wasekum PTKP saat di temui dilokasi aksi sore tadi mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menegaskan bahwa HMI Cabang Gowa Raya menolak kedatangan Jokowi Ke Makassar, pasalnya selama 2 tahun jokowi menjadi presiden RI, banyak masalah kenegaraan yang krusial dan tidak mampu di selesaikan.

” Kami yang tergabung dalam HMI Cab. Gowa Raya, menolak kedatangan Jokowi ke Makassar dan kami menolak kenaikan tarif dasar listrik karena dianggap meresahkan masyarakat” penyataan usman dalam orasinya

Sekitar satu jam lebih aksi demosntrasi itu digelar, tututan aksi pun dibacakan oleh ardiansyah yang telah dipilih sebagai jenderal lapangan.

Adapun yang termuat dalam tuntutan mereka :

Ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan lewat aksi demontrasi yang digelar tersebut. Diantaranya :

1. Menolak kedatangan Jokowi Ke Makassar, Sul-Sel
2.Menolak kenaikan tarif dasar listrik.
3. Pemerataan Pendidikan dan Mempercepat Penanganan Kasus E Ktp.

Aksi demontrasi itu bubar secara damai setelah pembacaan tuntunan aksi.

( IS )