mengenang Letta Dari Masa Ke Masa

JEJAKSULAWESI. COM

selasa 10 Oktober 2017

Mengenang letta dari masa ke masa

Sejak Zaman dahulu kala manusia yang mendiami wilayah letta hidup berkelompok lompok tersebar dibeberapa perkampungan.

Manusia kala itu belum mempunyai peradaban dan saling bermusuhan antara kampung, yang kuat jadi penguasa, yang lemah menjadi tertindas bahkan lebih kacau lagi jika yang kuat saling bertarung memperebutkan kekuasaan.

Dapat dibayangkan betapa kacaunya manusia pada saat itu karena tidak ada peraturan yang dapat mempersatukan manusia serta tidak ada pemimpin yang dapat di percaya.

Kira kira pada abad ke 13 muncullah tomanurung bersama seorang putranya di buttu bajae tomanurung inilah yang memulai mempersatukan manusia kala itu dan memberikan contoh cara bercocok tanam tanaman dan cara beternak kerbau, sapi dll.

Rakyat menerimah dengan baik kehadiran tomanurung dan mengikuti petunjuknya untuk bercocok tanam dan beternak, keadaan mulai tenang karena melalui hasil bercocok tanam dan hasil ternak kerbau dan sapi sudah di nikmati.

Pada suatu hari sang putra tomanurung mengembala kerbaunya sampai ke mamullu di situlah bertemu seorang gadis cantik  yang ternyata gadis itu adalah tomanurung di mamullu,pertemuan putra dengan gadis tomanurug mamullu membuahkan percintaan dan sepakat bertunangan dengan persyaratan yang sangat berat, dan sang putra tomanurung dengan gagah berani memenuhi persyaratan yang di ajukan gadis cantik tomanurung mamullu. Atas restu tamanurung di buttu bajae di laksanakanlah pesta pernikahan antara putra tomanurung  dengan gadis cantik tomanurung. Dari hasil pernikahan kedua tomanurung tersebut melahirkan seorang anak yang masing masing di beri nama sesuai dengan tempat tinggalnya yaitu
1.Saletta
2.Saraung
3.Batu Moton
4.Buttu Sappa
5.Mamullu

Kelima anak tomanurung ini masing masing diberi tugas peradaban sebagai berikut.
1. Saletta membidangi peradaban pemerintahan
2. Saraung membidangi peradaban adat
3. Batu moton membidangi kehutanan dan perkebunan
4.Buttu sappa membidangi perairan,pertanian dan peternakan.
5.Mamullu membidangi peradaban keagamaan

Sang putra sulung saletta yang bertugas membidangi peradaban pemerintahan tinggal di saletta dan membangun rumah diatas batu maletta tallu di rumah inilah sebagai pusat perdaban pemerintahan tosaletta, dan dari sinilah asal usul nama letta sebagai berikut:
1.Batu Maletta Tallu artinya batu bertingkat tiga
2.Maletta artinya bertingkat
3.Letta artinya tingkatan

Sang putra sulun tomanurung, To Saletta yang pertama bertugas mengurus bidang pemerintahan kerajaan letta, Sehingga To Saletta inilah yang di anggap arung letta pertama, yang rumahnya terletak diatas Batu Maletta Tallu sebagai pusat pemerintahan sekaligus dianggap sebagai istana arung letta yang pertama.

Untuk pemimpin peradaban pemerintahan pada masa keturunan tomanurung.Dan sekaligus menempatkan urutan Raja Letta atau Arung Letta SBB:
1.Puang To Saletta
2.Tariting
3.Putti Bulan
4.Buttu Raja
5.Puang To Mebali
6.Buttu Raja

  Banyak Peristiwa penting di tengah kehidupan masyarakat pada masa kepemimpinan raja raja di bawah ini.

7.Puang To Meraja
8.Toreu
9.Matindo Mila

Penulis : Muh. Askar Sittara S.Sos

Mengenang Letta Dari Masa Ke Masa

 

JEJAKSULAWESI. COM

Selasa 10 Oktober 2017

Sejak Zaman dahulu kala manusia yang mendiami wilayah letta hidup berkelompok lompok tersebar dibeberapa perkampungan.

Manusia kala itu belum mempunyai peradaban dan saling bermusuhan antara kampung, yang kuat jadi penguasa, yang lemah menjadi tertindas bahkan lebih kacau lagi jika yang kuat saling bertarung memperebutkan kekuasaan.

Dapat dibayangkan betapa kacaunya manusia pada saat itu karena tidak ada peraturan yang dapat mempersatukan manusia serta tidak ada pemimpin yang dapat di percaya.

Kira kira pada abad ke 13 muncullah tomanurung bersama seorang putranya di buttu bajae tomanurung inilah yang memulai mempersatukan manusia kala itu dan memberikan contoh cara bercocok tanam tanaman dan cara beternak kerbau, sapi dll.

Rakyat menerimah dengan baik kehadiran tomanurung dan mengikuti petunjuknya untuk bercocok tanam dan beternak, keadaan mulai tenang karena melalui hasil bercocok tanam dan hasil ternak kerbau dan sapi sudah di nikmati.

Pada suatu hari sang putra tomanurung mengembala kerbaunya sampai ke mamullu di situlah bertemu seorang gadis cantik  yang ternyata gadis itu adalah tomanurung di mamullu,pertemuan putra dengan gadis tomanurug mamullu membuahkan percintaan dan sepakat bertunangan dengan persyaratan yang sangat berat, dan sang putra tomanurung dengan gagah berani memenuhi persyaratan yang di ajukan gadis cantik tomanurung mamullu. Atas restu tamanurung di buttu bajae di laksanakanlah pesta pernikahan antara putra tomanurung  dengan gadis cantik tomanurung. Dari hasil pernikahan kedua tomanurung tersebut melahirkan seorang anak yang masing masing di beri nama sesuai dengan tempat tinggalnya yaitu
1.Saletta
2.Saraung
3.Batu Moton
4.Buttu Sappa
5.Mamullu

Kelima anak tomanurung ini masing masing diberi tugas peradaban sebagai berikut.
1. Saletta membidangi peradaban pemerintahan
2. Saraung membidangi peradaban adat
3. Batu moton membidangi kehutanan dan perkebunan
4.Buttu sappa membidangi perairan,pertanian dan peternakan.
5.Mamullu membidangi peradaban keagamaan

Sang putra sulung saletta yang bertugas membidangi peradaban pemerintahan tinggal di saletta dan membangun rumah diatas batu maletta tallu di rumah inilah sebagai pusat perdaban pemerintahan tosaletta, dan dari sinilah asal usul nama letta sebagai berikut:
1.Batu Maletta Tallu artinya batu bertingkat tiga
2.Maletta artinya bertingkat
3.Letta artinya tingkatan

Sang putra sulun tomanurung, To Saletta yang pertama bertugas mengurus bidang pemerintahan kerajaan letta, Sehingga To Saletta inilah yang di anggap arung letta pertama, yang rumahnya terletak diatas Batu Maletta Tallu sebagai pusat pemerintahan sekaligus dianggap sebagai istana arung letta yang pertama.

Untuk pemimpin peradaban pemerintahan pada masa keturunan tomanurung.Dan sekaligus menempatkan urutan Raja Letta atau Arung Letta SBB:
1.Puang To Saletta
2.Tariting
3.Putti Bulan
4.Buttu Raja
5.Puang To Mebali
6.Buttu Raja

  Banyak Peristiwa penting di tengah kehidupan masyarakat pada masa kepemimpinan raja raja di bawah ini.

7.Puang To Meraja
8.Toreu
9.Matindo Mila

Penulis : Muh.Askar Sittara S. Sos

Demi Meningkatkan Keterampilan Perempuan Desa Pakeng Melakasnakan Pelatihan Menjahit

Jejaksulawesi. Com

Pinrang,Selasa 10 Oktober 2017,Desa Pakeng Kecematan Lembang Kabupaten Pinrang Melaksanakan program pelatihan jahit menjahit bagi kaum perempuan di kamtor Desa Pakeng Kecematan Lembang Kabupaten Pinrang.

Dari pantauan awak media Kepala Desa pakeng Muh. Basri S. Sos mengatakan dalam sambutanya,kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bersumber dari dana desa dan dihadiri sebanyak 20 peserta,yang akan berlangsung selama 1 bulan yang melibatkan pelatih-Pelatih yang memiliki sertifikat di bidang jahit menjahit.

Kades pakeng berharap melalui kegiatan pelatihan ini mampu melahirkan kaum perempuan yang terampil dan profesional di bidang jahit menjahit sehingga mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi Desa Pakeng.

Camat Lembang Abdul Fatnan Sittara turut hadir dan membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutanya ia mengatakan dengan kegiatan ini dapat diharapkan menambah pengetahuan dan keterampilan bagi kaum perempuan juga dimaksudkan sebagai upaya pembekalan keahlian baru sehinngga nantinya dapat meningkatkan kesejatrahan para warga.

Penulis : syarib

Demi Meningkatkan Keterampilan Perempuan Desa Pakeng Melaksanakan Pelatihan Menjahit

Jejaksulawesi. Com

Pinrang,Selasa 10 Oktober 2017,Desa Pakeng Kecematan Lembang Kabupaten Pinrang Melaksanakan program pelatihan jahit menjahit bagi kaum perempuan di kamtor Desa Pakeng Kecematan Lembang Kabupaten Pinrang.

Dari pantauan awak media Kepala Desa pakeng mengatakan dalam sambutanya,kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bersumber dari dana desa dan dihadiri sebanyak 20 peserta,yang akan berlangsung selama 1 bulan yang melibatkan pelatih-Pelatih yang memiliki sertifikat di bidang jahit menjahit.

Kades pakeng berharap melalui kegiatan pelatihan ini mampu melahirkan kaum perempuan yang terampil dan profesional di bidang jahit menjahit sehingga mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi Desa Pakeng.

Camat Lembang Abdul Fatnan Sittara turut hadir dan membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutanya ia mengatakan dengan kegiatan ini dapat diharapkan menambah pengetahuan dan keterampilan bagi kaum perempuan juga dimaksudkan sebagai upaya pembekalan keahlian baru sehinngga nantinya dapat meningkatkan kesejatrahan para warga.

Penulis : syarib

Bendum Cantik DPC Kepmi bone asal kecamatan cina kinj sudah sarjana

 

Jejaksulawesi.com
Makassar, 09 Oktober 2017

Ujian tutup adalah hasil kerja keras dalam setiap proses yang ada saat menjadi mahasiswa. Ujian tutup menandakan bahwa mahasiswa telah berada pada ujung tanduk untuk mendapat gelar.

Salah seorang bendehara umum DPC-Kepmi Bone yang cantik asal kecamatan cina, sry wahyuni kini telah berhasil mencapai finishing ujian tutupnya pada jum’at 06/10/17 lalu. Bendahara cantik tersebut adalah mahasiswa angkatan 013 di Unismuh Makassar Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan teknologi pendidikan.

Ia terlihat sangat senang telah mampu menyelesaikan studinya selama 4,5 tahun. Disamping ia sibuk dengan organisasinya, ia juga harus pandai mengatur waktu agar keduanya bisa jalan bersamaan, antara organisasi dan studinya.

Uni sapaan akrab temannya itu mengungkapkan bahwa ia sangat bahagia dengan gelar barunya dan ia merasa tidak sia-sia kerja kerasnya selama ini.

“Yang pertama adalah kesyukuran terhadap Allah Swt, orang tua, serta orang-orang yang menyayangi saya dan ikut serta membantu penyelesaian saya. Saya sangat senang dengan gelat baru ini. Ini adalah awal proses bagi saya dan yang sebenarnya adalah kefika saya beranjak ke universitas kehidupan ( ditengah masyarakat), semoga saja apa yang saya raih ini dapat bermanfaat untuk sekeliling saya” ungkap bendum cantik tersebut.

Disamping cerdas beliau adalah salah satu wanita bugis bone yang cantik.

“Selamat sry wahyuni atas gelar barunya” tutup teman-temannya lewat komentar di foto akun sry wahyuni.

#Iksar

DPP-HPMKS Kabupaten Kepulauan Selayar Periode 2017-2019 melaksanakan Latihan Kepemimpinan.

DPP-HPMKS Kabupaten Kepulauan Selayar Periode 2017-2019 melaksanakan Latihan Kepemimpinan.

Jejaksulawesi.com
Gowa, 08 Oktober 2017

Latihan Kepemimpinan adalah salahsatu agenda penting dalam sebuah organisasi untuk seseorang dikatakan sebagai kader. Dalam Latihan Kepemimpinan (LK) itulah, beberapa hal urgen dalam organisasi dijelaskan kepada mereka yang mengikutinya.

Hal inilah yang dilakukan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Selayar Periode 2017-2019 di Malino Kabupaten Gowa pada 07/10/17 kemarin. Dalam acara pembukaan LK tersebut terlihat beberapa undangan dari berbagai organisasi di luar selayar hadir dan ikut serta dalam pembukaan itu. Menurut Sulpandi Adriawan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pusat HPMKS mengatakan Pelaksanaan perkaderan tersebut dilaksanakan selama dua hari yaitu 07-08 Oktober 2017.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud membangun kebersamaan dan persaudaraan serta pengembangan gagasan untuk mahasiswa di Lima Kecamatan Kepulauan Selayar yang notabenenya berada di Makassar.

” Latihan Kepemimpinan atau perkaderan ini dilaksanakan sebagai bentuk untuk menciptakan kebersamaan yang kuat, persaudaraan paranta to pulo serta pengembangan gagasan untuk mereka yang ikut serta dalam perkaderan. Disisi lain untuk saling mengenal antara senior dan yunior di HPMKS dan yang paling penting adalah bersama-sama membangun kualitas diri dan menyadari bahwa kita adalah bagian dari lima kecamatan kepulauan ” ungkap wawan

Perkaderan tersebut di ikuti oleh 54 peserta dari 5 kecamatan kepulauan yang juga terdiri dari masing-masing kampus yang ada di Makassar.

” Alhamdulillah dalam pelaksanaan LK ini ada 54 peserta dan terdiri dari mahasiswa 5 kecamatan pulo selayar yang ada di makassar. Kami berharap semoga saja LK berikutnya jumlah peserta semakin bertambah ” tutup rinir ketua panitia.

LK tersebut di tutup dengan resmi pada 08/10/17 pukul 14.00 wita.

#Arwin Basda

Selamat bertugas panwascam Kabupaten Gowa

Jejaksulawesi.com

08 Oktober 2017

 

Setelah melewati beberapa tahapan proses seleksi, akhirnya sampai pada finish dan pengumuman diterbitkan pada 08/10/17 oleh Panwaslu Kabupaten Gowa dengan 3 nama dimasing-masing kecamatan.

Berikut nama-nama hasil seleksi panwaslu kabupaten gowa untuk setiap panwascam.

Selamat bertugas untuk para panwascam kabupaten gowa.

#Yahya

Nama-nama Panwascam Kepulauan Selayar hasil pengumuman panwaskab

Jejaksulawesi.com
08, Oktober 2017

Setelah melewati beberapa tahapan oleh para peserta panwascam Kab. Kep. Selayar, maka hari ini 08/10/17. Hasil tersebut telah dinyataka. Final yang ditandai dengan terisinya panwascam dimasing-masing kecamatan yang terdiri dari tiga anggota.

Ketua Panwas Kabupaten Kepulauan Selayar, Muhammad Tahir saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut dan menyatakan bahwa hasil yang dikeluarkan oleh Panwas Kabupaten sudah final dengan memunculkan 3 nama dimasing-masing kecamatan.

” Pengumuman Panwascam telah diterbitka oleh kami selakuk Panwaskab, hasil tersebut adalah final. Maka kami mengucapkan selamat kepada mereka yang terpilih dan semoga dapat mengemban amanah untuk bersama menciptakan pemilu yang sehat dan berintegritas ” Tegasnya.

Beberapa nama tersebut yang dinyatakan lulus telah diterbitkan dalam pengumuman panwaskab. Dan berikut nama-namanya :

# Agus Sulawesi

Video Viral Ibu rumah tangga (IRT) Tewas Setelah Berkelahi dengan Tetangga di Takalar

Jejaksulawesi.com

Takalar, 07 Oktober 2017

 

Ibu rumah tangga (IRT) Tewas Setelah Berkelahi dengan Tetangga di Takalar

Dipicu masalah sepele, dua ibu rumah tangga (IRT) terlibat perkelahian di Takalar, Selasa (3/10/2017). Tepatnya di Jalan Pramuka, Kelurahan Sompu, Kecamatan Pattalassang.

Nurminati Daeng Kenna akhirnya tewas setelah terlibat duel satu lawan satu dengan tetangga sebelah rumahnya, MK. Dia sempat dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle. Korban meninggal Rabu (4/10/2017).

Video perkelahian tersebut langsung viral dan dibagian oleh ribuan warganet di facebook.

Dalam video tersebut, kedua perempuan tersebut tampak saling jambak. Tidak hanya itu, salah seorang di antaranya juga tampak melempar lawannya dengan helm dan barang lain.

Beberapa warga tampak melerai perkelahian itu. Namun, sebagian besar warga hanya menonton sehingga duel itu berlangsung lama sebelum dipisahkan. Akibatnya, Nurminati mengalami luka pada wajah dan leher yang menyebabkan meninggal dunia.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polres Takalar, Bripka Syamsuddin Jarre mengatakan, perkelahian itu dipicu masalah sepele. “Awalnya keduanya memberi makan anak-anaknya di teras rumahnya masing-masing. Tiba-tiba pelaku menutup pintu rumahnya dengan keras sehingga korban tersinggung,” urainya.

Setelah korban dinyatakan meninggal, keluarganya bereaksi dengan menyerang rumah pelaku. Beruntung polisi cepat mengamankan lokasi.

#Isti

Pernyataan SIkap Bersama SOLIDARITAS RAKYAT SULSEL UNTUK DEMOKRASI Terkait Aksi Penyerangan dan Penrusakan Gedung YLBHI/ LBH Jakarta

Jejaksulawesi.com

Makassar, 19 September 2017

 

YLBHI-LBH adalah ruang semua untuk bertemu, menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan Nilai-nilai Hak Asasi Manusia, Demokrasi, dan Rule Of Law. Seluruh korban hak asasi manusia datang dan mendapatkan bantuan hukum. YLBH- LBH rumah bagi masyarakat miskin buta hukum dan tertindas, semua kelompok mengadu dan meminta bantuan hukum. Sesuai semangat LBH, prinsip negara hukum dan kode etik profesi dan bantuan hukum, semua didampingi tanpa pandang bulu, tidak memandang suku, agama, ras, keyakinan politik, golongan, profesi (baik buruh, petani dan nelayan) dan/ atau perbedaan lainnya. LBH mendampingi juga korban-korban yang distigma 65, mereka yang sama sekali tidak berafiliasi dengan PKI tapi jadi korban. LBH-YLBHI juga tercatat dalam memperjuangkan hak kaum perempaun muslimah untuk berhijab, mendampingi korban-korban peristiwa Tanjung Priok, Talang Sari dan banyak mendampingi pesantren atau lembaga-lembaga keagamaan lainnya

Minggu malam 17 September 2017 sekitar pukul 21.00 hingga Senin 18 September dini hari ratusan massa mengepung gedung LBH, meneriakkan ancaman mengerikan, melakukan stigma dan tuduhan-tuduhan sebagai pendukung PKI yang sama sekali tidak berdasar, serta mencoba masuk, melempar dengan batu dan melakukan provokasi-provokasi, serta mencoba membuat kerusuhan.

Aksi anti demokrasi tersebut, didahului dengan hoax atau berita-berita bohong yang disiarkan sebelumnya, propaganda tuduhan yang telah diviralkan, instruksi-instruksi untuk menyerang LBH dilakukan secara sistematis dan meluas bahwa ini kegiatan yang berlangsung di gedung YLBHI/ LBH Jakarta adalah kegiatan terkait PKI dan menyanyikan lagu genjer-genjer dll, padahal semua tudingan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak mendasar. Kaca gedung pecah dan rusak, Sekitar 20 orang terluka akibat lemparan. Meskipun tidak ada kerugian material lebih lanjut.
Padahal YLBHI dan LBH Jakarta telah berulang kali menjelaskan bahwa tidak ada acara terkait PKI, aparat kepolisian mulai dari Kapolsek Menteng, Kapolres Jakarta Pusat, Kabaintelkam Mabes POLRI juga Kapolda Metro Jaya telah melakukan klarifikasi langsung, melihat semua bahan, mengawasi terus menerus dan mengakui serta menjelaskan kepada massa bahwa tidak ada acara yang berkaitan sama sekali dengan PKI atau Komunisme. Tetapi massa tidak mau mendengar dan melawan aparat.
Peritiwa ini sangat patut disesalkan karena mempertontonkan sikap intoleransi dan menggunakan cara-cara kekerasan yang berkembang dan beberapa pihak menyebarkan informasi palsu (hoax) guna mempropaganda dan menyesatkan beberapa masyarakat agar tergerak melakukan aksi kekerasan dan intoleran.

Untuk itu, Berbagai elemen masyarakat Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Sulsel Untuk Demokrasi, dengan ini menyatakan sikap:
1. Meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera turun tangan dalam rangka :
– Memastikan pemerintahanya untuk benar-benar menjalankan mandate konstitusi untuk memenuhi dan melindungi hak azasi Warga Negara, khususnya hak atas rasa aman, berkumpul dan menyampaikan pendapat.
– Konsisten menjalankan agenda nawacita terkait penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, termasuk pemenuhan hak atas keadilan bagi Korban tragedi 1965;
2. Mendesak kepada Kapolri untuk :
– Melakukan evaluasi Internal guna memastikan jajarannya untuk selalu bersikap menghormati dan melindungi warga Negara yang menjalankan hak konstitusionalnya untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat/ berekspresi yang telah sesuai dengan peraturan-perundang-undangan;
– Mengintruksikan kepada jajarannya untuk senantiasa bersikap tegas kepada pihak-pihak yang bersikap intoleran dan menggunakan cara-cara kekerasan untuk menghalang-halangi atau membubarkan warga Negara yang melaksanakan haknya untuk berkumpul dan menyampaikan pendapatnya yang telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.undangan;
-Mengintruksikan kepada jajarannya untuk segera menghusut secara tuntas para pihak yang menjadi dalang dan penyebar hoaks yang telah memicu masyarakat melakukan tindakan intoleran dan aksi kekerasan di gedung YLBHI/ LBH Jakarta tersebut.
3.Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu dan kabar bohong yang dapat memicu terjadinya kerusuhan dan memecah belah solidaritas sesame anak bangsa;
4.Kami segenap Masyarakat Sipil di Sulawesi Selatan akan tetap mendukung dan akan tetap menjadi bagian dari segala aktivitas organisasi YLBHI/ LBH guna mendorong penegakan Hukum yang sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan Negara Demokrasi serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

( LBH MAKASSAR )

* Arwin Basda