Penyegelan Sekolah SD di Selayar Belum Ada Solusi.

Foto : Siswa Belajar di Gedung Es

 

Penyegelan Sekolah SD di Selayar Belum Ada Solusi.

Selayar, 23 Juli 2017
Jejaksulawesi.com

Indonesia adalah Negara Kesatuan yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang dimuat dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun apa yang harus dilakukan, jika anak-anak bangsa sebagai generasi bangsa kedepan tidak memiliki fasilitas belajar yang memadai seperti, gedung sekolah untuk mereka naung dalam proses menimbah ilmu.

Salahsatu daerah di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Kepulauan Selayar Kecamatan Pasimasunggu Timur Desa Bontojati, anak-anak Sekolah Dasar terlantar dalam proses belajar mengajar mereka, lantaran tanah bangunan gedung sekolah mereka masih dalam sengketa yang berujung pada penyegelan sekolah.

Penyegelan tersebut terjadi saat pemilik lahan menawarkan berbagai permintaan yang harus dipenuhi agar lahan mereka tetap bisa digunakan untuk proses belajar mengajar, namun permintaan tersebut tak kunjung di gubris oleh semua pihak terkait sampai akhirnya penyegelan itupun terjadi.

Penyegelan itu terjadi pada 26 Februari 2017 dan belum ada tindak lanjut dari berbagai pihak sampai hari ini. Itulah yang dikatakan oleh salahseorang guru yang mengajar disekolah tersebut. Menurutnya penyegelan sekolah itu sudah hampir memakan waktu selama 6 bulan, namun belum terlihat pihak-pihak terkait menyelesaikan masalah ini, sehingga yang menjadi korban adalah anak-anak sekolah.

” Penyegelan itu terjadi pada tanggal 26 Februari 2017 dan kami belum melihat pihak-pihak terkait mau menyelesaikan konflik tersebut. Konsikuensinya, siswa harus menerima pelajaran dibeberapa tempat seperti di Gedung Pabrik Es, Perumahan Guru serta tempat-tempat yang dianggap kondusif yang ada di area sekolah kami ” Ujar KM sat dihubungi via WA.

” Kami berharap agar masalah ini cepat selesai agar semua siswa yang masib mengikuti proses belajar mengajar di sekolah itu dapat kembali beraktifitas seperti dahulu ” tambahnya.

Pak SR sebagai masyarakat yang berdomisili tidak jauh dari lokasi sekolah, saat di konfirmasi juga membenarkan hal tersebut dan menyayang hal ini terjadi.

” Kami sangat miris melihat siswa-siswa yang masih duduk disekolah dasar itu, mereka harus menerima konsikuensi dan harus belajar di tempat-tempat yang tidak semestinya. Seharusnya para stakeholder harus cepat tanggap ketika melihat masalah seperti ini dan memberi solusi agar generasi ini tidak terlantar dalam.proses belajar mengajar” Pungkasnya saaf di Hubingj Via FB.

Ia menambahkan bahwa hal semacam ini harus secepatnya ditemukan titik terang dan stakeholder harus membicarakan ini dengan pemilik lahan, agar masalah tersebut tak berkepanjangan.

Para masyarakat yang ada di desa tersebut, berharapa kepada semua pihak agar masalah yang membuat anak-anak mereka terlantar dapat cepat diselesaikan.

#Kirun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *