Dinamika Pilkada Pinrang

Jejaksulawesi.com – Situasi politik di kabupaten Pinrang sampai hari ini masih sangat dinamis, beberapa kandidat bupati yang diprediksi bakal bertarung di pilkada 2018 nanti gencar melakukan sosialisasi hingga dibulan puasa ini.

Ada beberapa bakal calon yang menguat diantaranya adalah Andi Irwam Hamid, Abd. Latif, Jamaluddin Jafar Jerre, Hasir Tjenne, Usman Marham, dan Abdillah Natsir. Keenam nama ini disebut-sebut membidik kursi 01.

Namun ada yang menarik untuk dikaji yakni kehadiran Hasir Tjenne dikanca perpolitikan Kabupaten pinrang sedikit banyaknya mewarnai dan mempengaruhi konstalasi politik hari ini. Meski hasil survey menunjukkan Hasir Tjenne diposisi yang belum maksimal namun menurut Abd. Rasyid, pengamat sosiologi politik “pergerakan Hasir Tjenne tidak boleh dianggap remeh dan harus diwaspadai pasalnya dari enam bakal calon bupati diatas Hasir Tjenne adalah kandidat yang baru muncul dan belum pernah melakukan sosialisasi intens dimasyarakat apa lagi sampai didesa desa, meski demikian nama beliau sangat diperhitungkan, bagaimana ketika intest turun bersosialisasi pasti surveynya sangat mungkin melonjak, beda dengan lima kandidat diatas yang sejak tahun lalu intens turun sosialisasi hingga kepelosok bahkan gonta-ganti alat peraga/baliho, spanduk dan lain-lain namun hasil surveynya juga masih tetap stagnan bahkan ada yang cenderung menurun.

Menurut saya wajar saja kalau survey Hasir Tjenne belum maksimal yang tidak wajar adalah ketika sekelas Andi Iwan, Abd. Latif, juga Triple J, dan Usman Marham memiliki survey yang kurang bagus karena sejak lama mereka sudah jalan ujar lulusan magister Sosiologi unhas ini.

Kepastian para kandidat maju atau tidak akan diketahui disaat KPUD kabupaten pinrang membuka pendaftaran secara resmi bulan januari 2018.

Sampai hari ini kita hanya bisa berspekulasi dan menjagokan kandidat masing-masing karena belum ada kandidat yang aman baik jalur independen maupun jalur partai. Baru Abd. Latif yang mengantongi rekomendasi partai yaitu partai nasdem itupun hanya 2 kursi sementara untuk maju dipilkada pinrang harus mendapatkan 8 kursi. Selain itu partai nasdem bisa saja menarik rekomendasinya jikalau bargaining politiknya tidak tercapai.

Lanjut Abd. Rasyid mengatakan bahwa pilkada 2018 nanti akan ada perubahan yang terlihat pada masyarakat pinrang dalam menjatuhkan pilihan politiknya yakni lebih cenderung mengedepankan rasional prosfektifnya bukan lagi rasional pragmatis, ini dikarenakan kebosanan masyarakat terhadap pola kampanye gaya lama seperti menabur janji yang sulit terealisasi, selain itu pengetahuan tentang politik diera teknologi ini sangat mudah diakses dan disosialisasikan, sehingga mencipatakan kesadaran dalam memilih terutama preferensi politik.

Pemilih seperti ini akan mencari calon bupati yang tidak muluk-muluk dan suka menabur arogansi finansial (harta) dan jabatan. Dari keenam bakal calon bupati diatas Hasir Tjenne adalah kategori kandidat yang cukup sederhana dan beribawa serta memiliki visi-misi yang terukur.

Penulis Haidir Ali (reporter pinrang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *